SELENGKAPNYA

7 Pertimbangan Sebelum Keluar Dari Tempat Kerja

Minggu, 12 Februari 2017

Dilihat: 199 kali

Berhenti  atau keluar dari tempat kerja adalah keputusan penting yang harus diambil oleh seorang pekerja. Keputusan ini akan membawa konsekuensi atau dampak yang tidak sedikit seperti hilangnya mata pencaharian dan kesempatan untuk berkarir. Untuk itu, sebelum mengambil keputusan untuk berhenti bekerja harus ada pertimbangan yang matang. Keluar dari tempat kerja harus disertai dengan perencanaan bukan karena emosi sesaat atau ikut-ikutan.

Ada beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan oleh seorang pekerja sebelum memutuskan untuk mengundurkan diri dan keluar dari perusahaan. Pertimbangan tersebut diantaranya yaitu:

1. Sudah berapa lama anda bekerja di sana?

Jika anda belum lama bekerja di sana dan sudah keluar tentu sangat disayangkan karena anda belum mendapatkan apa-apa. Belum ada pengalaman dan tambahan jaringan teman (networking) yang bisa anda peroleh. Seorang pakar mengatakan setidaknya kita perlu waktu 2 tahun untuk mendapatkan pengalaman kerja yang cukup dan menambah jaringan yang sangat berguna untuk karir anda ke depan. Jadi kalau masa kerja anda masih kurang dari itu lebih baik bersabar dan terus bekerja di sana. Carilah ilmu, pengalaman dan kenalan di dalam dan luar perusahaan yang akan membantu karir anda di kemudian hari.

2. Sudahkah anda menemukan kesenangan dalam pekerjaan anda?

Idealnya kita mengerjakan sesuatu yang kita senangi. Tapi tidak mudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kesenangan kita. Oleh karena itu, senangilah sesuatu dalam pekerjaan kita sekarang. Kesenangan itu bisa datang dari pekerjaan itu sendiri, rekan kerja yang asyik dan cocok dijadikan teman ngobrol atau suasana kerjanya yang menyenangkan. Bisa juga pekerjaan dianggap menyenangkan hanya karena gajinya yang besar. Meskipun kita tidak terlalu nyaman di sana. Temukan kesenangan di tempat kerja anda yang sekarang ini sebelum memutuskan untuk keluar.

3. Apakah anda bahagia di luar tempat kerja?

Seringkali penyebab kita malas atau tidak semangat bekerja sehingga memutuskan untuk keluar bukan karena masalah pekerjaan itu sendiri. Penyebab lain adalah adanya ketidakbahagiaan di luar tempat kerja. Kehidupan rumah tangga yang bermasalah akan sangat berpengaruh terhadap pekerjaan adalah salah satu contohnya. Masalah rumah tangga bisa terbawa ke tempat kerja. Begitu juga masalah dengan keluarga besar atau lingkungan sekitar. Ada juga masalah pribadi seperti hutang piutang atau ketergantungan terhadap narkoba. Jika masalahnya ada di luar tempat kerja, selesaikan dulu masalahnya agar anda bisa tenang dan bekerja dengan nyaman.

4. Apakah pekerjaan anda tidak menantang?

Manusia pada dasarnya butuh tantangan. Sesuatu yang membuat kita bersemangat dan tertarik untuk terus melakukannya. Begitu juga dengan pekerjaan yang kita jalani. Jika tidak ada tantangan akan membuat kita cepat bosan dan bekerja menjadi hal yang menjemukan. Temukan tantangan dalam pekerjaan anda. Tumbuhkan rasa ingin tahu dan ingin mencoba sesuatu yang baru agar semangat bekerja terus menggebu. Apabila anda sudah bosan di suatu jenis pekerjaan, anda bisa mengajukan diri untuk pindah ke bagian lain dengan jenis pekerjaan yang belum pernah anda lakukan. Jadi tidak perlu langsung mengundurkan diri.

5. Apakah anda dibayar di bawah standar?

Standar gaji setiap jenis pekerjaan itu berbeda. Gaji yang diberikan harus sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawab yang diemban. Selain itu, pengalaman kerja kita juga jadi bahan acuan untuk besarnya gaji yang bisa dinegosiasikan dengan perusahaan. Tidak ada standar yang pasti berapa besar gaji untuk posisi tertentu dengan sekian tahun pengalaman. Semuanya hanya bisa diukur dengan harga pasar. Untuk mengukur apakah standar gaji yang kita terima sudah sesuai atau belum, kita bisa membandingkan dengan orang lain yang memiliki jenis pekerjaan, posisi dan pengalaman kerja yang sama dengan kita. Jika gaji kita memang di bawah standar, kita bisa negosiasi ulang dengan perusahaan. Apabila perusahaan tidak mengabulkan baru anda bisa mempertimbangkan untuk keluar.

6. Apakah anda siap untuk keluar?

Terkadang ada orang yang mengambil keputusan hanya dilandasi oleh emosi sesaat semata atau ikut-ikutan saja. Misalnya jika ada masalah di kantor yang membuat boss anda marah besar dan mengeluarkan perkataan yang menyinggung perasaan, anda langsung memutuskan keluar. Bisa juga karena ada beberapa orang teman yang keluar kerja untuk membuka usaha, anda jadi ikut terbawa untuk keluar juga. Padahal anda sama sekali tidak siap untuk menjalankan usaha sendiri. Menjadi pekerja dan pengusaha adalah dua hal yang sangat berbeda. Untuk itu, perlu persiapan mental dan finansial yang cukup. Jadi sebelum anda keluar, tanyakanlah kepada diri anda sendiri, apakah saya sudah siap?

7. Adakah tawaran kerja yang lebih baik?

Jika ada tawaran kerja di tempat lain, coba anda pertimbangkan dahulu apakah pekerjaan itu lebih baik dari yang anda jalani sekarang ini. Pertimbangannya bukan cuma karena gaji yang lebih tinggi. Coba juga dilihat jarak antara tempat kerja dengan tempat tinggal anda, macet atau tidak. Hal yang sepertinya sepele ini penting untuk dijadikan bahan pertimbangan. Buat apa punya gaji yang lebih besar tapi waktu kita habis tersita di jalan. Belum lagi kondisi fisik yang pasti lebih lelah karena terlalu lama mengendarai kendaraan apalagi jika naik transportasi umum. Pertimbangkan juga suasana kerja di tempat yang baru kondusif atau tidak. Bisa ditanyakan ke orang yang sudah lama bekerja di sana.

Itulah 7 pertimbangan sebelum anda memutuskan keluar tempat kerja. Pilihannya ada di tangan anda, jika anda sudah berkeluarga ajaklah suami atau istri untuk berembuk. Jangan memutuskan sendiri karena ini menyangkut kepentingan anda bersama. Saya pun sudah pernah beberapa kali pindah bekerja. Bahkan mungkin akan pindah kerja lagi nanti. He..he…Semoga bermanfaat

Sumber : http://akhmadfarhan.com/7-pertimbangan-sebelum-keluar-dari-tempat-kerja/

LAINNYA

KEMBALI KEATAS