SELENGKAPNYA

Inilah Kebohongan saat Izin Keluar Kantor untuk Wawancara Kerja

Selasa, 25 Juli 2017

Dilihat: 190 kali

ETIKA panik mendapat kabar jadwal wawancara kerja di perusahaan lain, maka Anda akan mencoba merancang sejuta alasan untuk izin keluar kantor saat jam kerja. Terkadang argumen yang Anda buat tidak masuk akal. Anda terlihat sedang berbohong.

Berikut beberapa kesalahan yang mungkin dilakukan saat izin wawancara kerja pada jam kantor seperti disarikan dari efinancialcareers.com.

Mengungkapkan alasan yang tidak bertanggungjawab

Anda terlalu bingung untuk mencari dalih keluar kantor untuk menghadiri wawancara kerja. Maka, Anda datang terlambat ke kantor, menghadap manajer lalu mengatakan alasan bangun kesiangan karena menghadiri acara hingga larut malam. Hal ini akan membuat Anda terlihat sebagai pegawai yang sangat tidak bertanggungjawab di mata bos. Apalagi jika atasan akhirnya mengetahui bahwa Anda sebenarnya menghadiri wawancara kerja di tempat lain. Maka akan ada dua kebohongan yang membuat Anda tampak sangat buruk.

Berbohong soal kabar buruk yang menimpa keluarga

Jika Anda terpaksa harus berbohong karena harus menghadiri sesi wawancara kerja, sebaiknya tidak menggunakan argumen yang melibatkan keluarga. Misalnya dengan mengatakan bahwa anak Anda terlibat kecelakaan. Bagaimana jika beberapa hari kemudian atasan dan rekan kerja mungkin berniat datang membesuk? Jika kolega tidak berkunjung, mereka akan menunjukkan empati dan mungkin menanyakan soal kejadian kecelakaan itu. Kalau sudah begini, bagaimana Anda bisa mengarang cerita?

Kebohongan Anda mungkin akan sempurna untuk kali pertama. Namun, bila suatu saat ada orang lain yang mengungkit kejadian tersebut, maka akan menyulitkan Anda. Sebab, Anda sudah lupa tentang kisah sedih yang diungkapkan sebelumnya. Orang lain akan melihat inkonsistensi pada pernyataan Anda.

Jika Anda diterima di perusahaan lain, mungkin Anda akan terbebas dari pertanyaan-pertanyaan soal kecelakaan tersebut. Namun, jika atasan atau rekan kerja mengetahui kebohongan itu, maka Anda akan memutus hubungan dengan cara yang buruk.

Jadi, jangan pakai alasan tentang kematian keluarga dekat atau kecelakaan untuk keluar kantor dan menghadiri wawancara kerja. Lagipula kebanyakan orang menghindari argumen tersebut sebab takut kejadian buruk itu benar-benar menimpa keluarganya.

Tiba-tiba sakit

Anda bisa sedikit berbohong dengan mengatakan bahwa Anda ada janji bertemu dokter atau dokter gigi, padahal maksud sebenarnya adalah menghadiri sesi wawancara kerja. “Janji bertemu dokter” bukan berarti Anda pasti sedang sakit. Bisa saja Anda hanya kontrol kesehatan, pemeriksaan gula darah atau pemasangan kawat gigi. Anda juga bisa benar-benar bertemu dokter selama satu jam lalu, menghadiri sesi wawancara beberapa jam berikutnya dan datang ke kantor setelah tengah hari.

Tapi, jangan menggunakan izin sakit sebagai alasan untuk keluar kantor dan menghadiri wawancara kerja. Apalagi jika sehari sebelumnya Anda terlihat sehat walafiat. Lalu, pada saat kembali ke kantor, Anda terlihat bugar secara ajaib. Atasan akan mencurigai kebohongan Anda.

Mengungkapkan masalah yang bisa diselesaikan oleh aturan kantor atau bos

Anda harus hati-hati dalam memilih alasan terlambat ke kantor untuk menghadiri sesi wawancara kerja. Jika Anda mengungkapkan bahwa pengasuh anak datang terlambat, padahal kantor menyediakan tempat penitipan anak, maka argumen itu akan sia-sia.

Mungkin Anda juga terpikir alasan terlambat datang ke kantor karena ban kendaraan bocor. Ketika Anda mengatakan argumen itu, bos Anda malah menawarkan bantuan untuk menelepon jasa derek mobil. Hal ini tentu akan membuat Anda ketahuan sedang berbohong.

Jadi, Anda harus bisa mencari alasan yang tepat untuk pergi ke luar kantor dan menghadiri wawancara kerja. Kebohongan kecil mungkin akan membuat Anda sedikit merasa bersalah. Tetapi kebohongan besar yang akhirnya terbongkar akan menjadikan Anda tampak buruk di mata atasan.

Jika Anda sudah berhasil keluar kantor dan menghadiri wawancara kerja, maka pastikan konsistensi dengan argumen yang dibuat sebelumnya. Bila mengatakan akan terlambat ke kantor karena harus bertemu dokter selama tiga jam, maka Anda harus hadir di ruang kerja setelah tiga jam.

Jangan terhanyut dengan pembicaraan menyenangkan dengan manajer perekrutan yang tampaknya akan menerima Anda sebagai pegawai di perusahaannya. Katakan kepada manajer perekrutan kalau Anda harus segera kembali ke tempat kerja yang sekarang. Hal itu justru akan membuat Anda tampak profesional.

 

 

http://lifestyle.okezone.com/read/2016/10/24/196/1523093/inilah-kebohongan-saat-izin-keluar-kantor-untuk-wawancara-kerja

LAINNYA

KEMBALI KEATAS